Menristek/Kepala BRIN Fokuskan Pemulihan Ekonomi Indonesia melalui Riset dan Inovasi

Cetak

SIARAN PERS 
Nomor : 132/SP/HM/BKKP/VIII/2020

Jakarta – Kondisi pandemi yang berdampak serius terhadap kondisi kesehatan dan juga ekonomi di seluruh dunia, termasuk Indonesia menghadirkan kebutuhan akan langkah-langkah pemulihan yang tepat, cepat, dan dapat menyentuh seluruh kalangan. Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (Menristek/Kepala BRIN) Bambang PS Brodjonegoro mengatakan terdapat empat fokus yang dapat memulihkan ekonomi Indonesia dan mencegah kontraksi lebih dalam di masa pandemi ini.

“Kita ingin merespon berbagai masalah sekaligus ingin mencegah terjadinya kontraksi yang lebih dalam terhadap perekonomian kita. Sebagai komunitas riset dan inovasi, kita juga harus mempunyai langkah-langkah yang lebih terfokus,” jelas Menteri Bambang saat hadir sebagai Keynote Speaker pada seminar virtual Thee Kian Wie Lecture Series V yang bertema ‘Kebijakan Pembangunan yang Inklusif dan Berkelanjutan: Strategi Pemulihan Pascapandemi’ yang diselenggarakan oleh Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Rabu (26/8).

Menteri Bambang menyampaikan, langkah yang dapat dilakukan saat ini adalah penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi itu sendiri. Penanggulangan Covid-19 dan pemulihan ekonomi merupakan kombinasi dari upaya penanganan yang dilakukan oleh pihak yang bergerak di bidang riset, kesehatan, farmasi, dan juga pemulihan ekonomi terutama terkait transformasi digital.

Selanjutnya Menteri Bambang menjelaskan bahwa tiga langkah terfokus selanjutnya adalah memperkuat daya saing bangsa, mencapai inklusifitas, serta keluar dari perangkap pendapatan menengah atau middle income trap. Menteri Bambang meningatkan, jangan sampai kondisi pandemi menghalangi inklusifitas pembangunan Indonesia.

“Empat upaya yang difokuskan oleh komunitas riset dan inovasi serta lembaga kegiatan penelitian, pengembangan, pengkajian dan penerapan, yakni memperkuat ekosistem inovasi, mengoptimalkan penggunaan anggaran riset, meningkatkan kemampuan adopsi teknologi dan inovasi, juga menggunakan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk pertumbuhan ekonomi berkelanjutan dan berkeadilan,” terang Menteri Bambang.

Menteri Bambang mengungkapkan, Pembentukan Konsorsium Riset dan Inovasi Covid-19 merupakan salah satu upaya menanggulangi virus corona yang diambil Kementerian Riset dan Teknologi. Menteri Bambang mejelaskan bahwa konsorsium riset merupakan kolaborasi antara pemerintah, universitas, lembaga pemerintah non kementerian, industri, diaspora, asosiasi profesional, serta rumah sakit.

Pada kesempatan terebut turut hadir membuka acara Kepala Lembanga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Laksana Tri Handoko; Ekonom Senior sekaligus Guru Besar UI, Emil Salim; Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), Hariyadi Sukamdoni; Penelti Senior sekaligus Dosen IPB, Daniel Murdiyarso; Peneliti Pusat Penelitian Ekonomi LIPI, Agus Eko Nugroho dan Syarif Hidayat.