Menristek/Kepala BRIN Tekankan Pentingnya Infrastuktur dan Inovasi Bidang ICT untuk Menumbuhkan Perekonomian

SIARAN PERS
KEMENTERIAN RISET DAN TEKNOLOGI/BADAN RISET DAN INOVASI NASIONAL
Nomor: 123/SP/HM/BKKP/VIII/2020

Menteri Riset dan Teknologi/Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional Bambang PS Brodjonegoro hadir dalam sesi ketiga UN ESCAP Committee on Information and Communications Technology & Science, Technology and Innovation melalui rapat virtual pada Rabu (19/08).

Pada sesi tersebut Menteri Bambang menjelaskan bahwa Indonesia mengalami pertumbuhan ekonomi di kuartal kedua sebanyak minus 5,3 persen yang merupakan titik terendah kedua setelah krisis finansial tahun 1998. Perkembangan ekonomi tumbuh negatif dikarenakan harus mengikuti disiplin protokol kesehatan Covid-19 yang ketat sehingga beberapa kegiatan perekonomian harus dihentikan untuk sementara.

Lebih lanjut Menteri Bambang menjelaskan bahwa Indonesia mencoba menggabungkan kegiatan perekonomian pada masa pandemi tetapi pada waktu yang sama harus melakukan protokol kesehatan Covid-19 yang ketat. Pada aktivitas perekonomian tradisional, ada hyperconnectivity yang melibatkan banyak orang agar dapat melakukan kegiatan perekonomian. Selama pandemi Covid-19, hyperconnectivity tidak dapat dilakukan dan diganti dengan teknologi informasi dan komunikasi (ICT).

“Dalam konsep kegiatan minim kontak, ada kegiatan daring seperti e-commerce, pembelajaran jarak jauh secara daring, dan telemedicine yang telah berkembang secara signifikan selama pandemi. Orang-orang lebih banyak melakukan kegiatan perniagaan secara daring daripada pergi ke pasar atau pusat perbelanjaan. Banyak siswa di Indonesia yang melakukan pembelajaran secara daring dari rumah. Bahkan telemedicine yang sebelumnya tidak populer sekarang menjadi lebih populer di Indonesia karena orang-orang membatasi kunjungan ke rumah sakit. Dengan tiga aktivitas tersebut kita perlu membangun infrastruktur untuk meningkatkan kecepatan internet,” ungkap Menteri Bambang.

Menurut Menteri Bambang, solusi untuk menangani hal tersebut adalah dengan melengkapi infrastruktur ICT yang disebut Palapa Ring yang mencakup hampir seluruh wilayah Indonesia. Tantangannya adalah bagaimana memenuhi infrastruktur tersebut karena setiap orang melakukan pekerjaan dari rumah khususnya untuk para siswa dan UMKM. Solusi pertama yang dilakukan adalah membangun infrastruktur serat optik. Alternatif kedua adalah mengombinasikan infrastruktur serat optik dengan jaringan komunitas internet yang dapat diaplikasikan setiap orang karena biayanya murah. Solusi lainnya adalah menggunakan L-Band Satellite yang lebih efektif. Hal ini adalah strategi kita karena kita tidak pernah mengetahui kapan pandemi akan berakhir dan setiap orang berlomba untuk menghasilkan vaksin.

“Kita perlu memastikan semua infrastruktur ICT perlu dipenuhi dan memastikan aktivitas online sama baiknya dengan aktivitas dengan aktivitas offline. Kita telah mempunyai pengalaman yang sangat baik dengan fintech. Setiap orang melakukan mobile banking dan online banking dan sudah meninggalkan tradisi kuno menggunakan kegiatan bank secara fisik. Jika kita bisa melakukannya untuk kegiatan finansial, kita dapat melakukannya pula dalam kegiatan pendidikan, kegiatan konsultasi kesehatan, perniagaan, pelayanan, dan hiburan. Transformasi digital sudah ada dan kita perlu meningkatkannya. Kita juga mendukung inisiatif UN ESCAP dan sangat menyetujui inovasi yang dapat diakses,” pungkas Menteri Bambang.

Turut hadir dalam acara ini Sekretaris Eksekutif UN ESCAP Armida Alisjahbana dan Iranian Vice-President for Science and Technology Sorena Sattari.

Biro Kerja Sama dan Komunikasi Publik
Kemristek/BRIN

Sumber https://www.ristekbrin.go.id

Pengunjung

Today6010
Yesterday3909
This week6010
This month103389
Total179411

Who Is Online

47
Online

26-10-2020
Copyright © 2018 Pustikom Universitas Bung hatta