Menurut Bill Gates, Budaya Kerja dari Rumah Akan Terus Berlanjut

Pendiri Microsoft, Bill GatesLebih dari enam bulan sejak kasus pertama virus corona (Covid-19) di Indonesia, sebagian besar pegawai telah terbiasa menjalani rutinitas kerja dari rumah alias work from home ( WFH). Sejumlah perusahaan dunia pun memperpanjang kebijakan WFH bagi pegawainya hingga tahun depan. Bahkan, ada beberapa perusahaan yang menerapkan WFH secara permanen.

Keputusan-keputusan itu dibuat lantaran WFH berhasil diterapkan para pegawai dengan hasil yang memuaskan. Tidak hanya produktivitas yang terjaga dan bahkan meningkat, pegawai pun memiliki waktu lebih banyak untuk keluarga.

Selain itu, efisiensi terjadi dalam banyak hal. Mulai dari waktu tempuh ke kantor yang menjadi tidak ada, hingga biaya rutin yang harus dikeluarkan perusahaan. Pendiri Microsoft dan miliarder Bill Gates pun menyatakan, budaya WFH sejauh ini telah berjalan dengan baik. Gates berpandangan, banyak perusahaan yang melanjutkan kebijakan WFH meski nanti pandemi telah usai. "Luar biasa sekali melihat budaya WFH berjalan dengan baik dan saya harap ini akan terus berlanjut meskipun pandemi telah berakhir," kata Gates seperti dikutip dari The Economic Times, Rabu (30/9/2020). Menurut Gates, ketika pandemi virus corona berakhir, akan ada kecenderungan kita berpikir ulang persentase waktu yang dihabiskan di kantor. Apakah 20 persen, 30 persen, atau misalnya 50 persen.

"Banyak perusahaan akan mengekspektasikan pegawai mereka menghabiskan waktu tidak sampai 50 persen di kantor dan akan banyak juga perusahaan akan berjalan normal seperti sebelumnya," tutur Gates. Ia sendiri mengaku tidak pergi ke kantor sama sekali sepanjang tahun ini. Gates juga merasa bekerja di rumah memberikan banyak manfaat. "Jujur saja, saya memiliki banyak waktu untuk melakukan lebih banyak hal. Ini benar-benar membuka mata saya," ujarnya.

Meskipun demikian, Gates memandang masih banyak yang harus diperbaiki dan ditingkatkan agar WFH dapat berjalan dengan mulus dan lancar. Menurut dia, perangkat lunak atau software untuk membantu pegawai WFH harus ditingkatkan. Selain itu, menurut Gates, tantangan lain adalah kondisi di rumah. Dengan anak-anak yang juga berada di rumah, kondisi rumah kecil, dan banyaknya pekerjaan rumah yang harus dilakukan, WFH tentu menjadi sulit. "Saya harap kita dapat mengambil pelajaran dan lebih siap ke depannya, sementara masih banyak hal yang harus dilakukan," ucap Gates.

Sumber https://money.kompas.com

Pengunjung

Today4037
Yesterday3757
This week26192
This month123571
Total199593

Who Is Online

9
Online

30-10-2020
Copyright © 2018 Pustikom Universitas Bung hatta