Bagaimana Melakukan Product Research yang Laris Dipasaran?

product researchSebagai seorang pengusaha atau pebisnis, melakukan riset produk merupakan suatu keharusan agar produk yang dibuat benar-benar terjual. Tidak hanya menumpuk di gudang menciptakan kerugian.


Beberapa cara melakukan product research?
Mencari tahu selera konsumen
Mengetahui selera konsumen adalah salah satu tujuan melakukan product research.
Konsumen apa yang Anda tuju? Silahkan baca artikel kami tentang niche market, untuk tahu konsumen seperti apa yang akan Anda layani.

Berdasarkan karakteristik konsumen, Anda bisa mengira-ira permasalahan yang konsumen Anda hadapi, kebutuhan mereka, apa yang mereka suka, bagaimana behaviour mereka.


Sebelum menjual Anda bisa melihat seberapa besar jumlah permintaan untuk produk Anda. Banyak cara yang bisa dilakukan misalnya saja dengan membuka survey atau polling untuk produk yang kita jual.

Mengamati Pesaing
Mengetahui pesaing merupakan hal yang paling penting diketahui oleh seorang pebisnis. Siapa pesaing bisnis Anda, berapa jumlah pesaing Anda, produk apa yang dijual, berapa harga produk mereka?
Bagaimana Anda bisa menemukan pesaing? Riset market bisa dilakukan dengan menggunakan Google yaitu dengan mencari brand yang menjual produk serupa dengan yang Anda jual.

Cukup dengan mencari produk yang Anda jual di Google, bisnis-bisnis yang menjual produk sejenis pun akan tampil.
Tidak hanya Google Anda juga bisa mencari pesaing di marketplace seperti Tokopedia atau social media seperti Instagram.
Setelah mengetahui apa-apa saja yang dilakukan oleh pesaing, kita bisa mengembangkan apa produk yang dijual pesaing atau menjual sesuatu yang lebih unggul dibandingkan pesaing.

Mencari ide baru
Seorang pebisnis harus berpikir inovatif. Artinya mereka harus terus memiliki ide-ide baru untuk produknya.
Bagaimana caranya mencari ide-ide baru?

Menggunakan sosial media yang menawarkan berbagai macam ide untuk produk yang Anda jual. Desain-desain yang menarik hingga cara membuatnya.

Anda juga bisa berjalan-jalan untuk membeli produk sejenis di tempat-tempat yang berbeda. Dari situ Anda bisa menemukan banyak ide.


Lihat produk-produk pesaing, atau bahkan lihat produk dari bisnis lain yang berbeda jenis dengan produk Anda.
Lakukan brainstorming dengan tim kerja Anda. Masalah yang dipikirkan oleh banyak kepala bisa selesai lebih cepat.
Eksperimen. Setelah mengumpulkan data dari berbagai sumber, Anda tentunya harus melakukan eksperimen dengan keyakinan pasti berhasil.


Produk yang awalnya Anda pikir gagal, bisa saja ternyata sangat diminati konsumen. Contoh produk gagal tapi ternyata sukses adalah kue brownies.


Dengan begini,maka kita bisa menjual produk unik yang diminati konsumen pada toko online yang kita bangun.
Melihat apa yang sedang trend dengan Google Trends


Cara pertama yang patut untuk kita coba adalah dengan melakukan product research menggunakan fitur dari Google Trend.
Melalui fitur Google Trend ini, Anda bisa mendapatkan informasi mengenai trend apa yang banyak ditelusuri oleh pengguna internet dalam satu negara dalam kurun waktu tertentu.


Kunjungi laman Google Trend, kemudian silahkan masukan kata kunci yang ingin dicari.


Misalnya, Anda hendak menjual masker jerawat, maka isilah kotak pencarian dengan kata kunci ‘Cara menghilangkan jerawat’.
Jangan lupa ubah lokasi pencarian menjadi Indonesia serta waktu pencarian yang sesuai kebutuhan.


Nantinya akan muncul grafik yang menunjukkan berapa jumlah pencarian pengguna Google untuk kata kunci tersebut.
Bila grafiknya mengalami peningkatan, maka produk yang digunakan untuk menghilangkan jerawat sedang laris di pasaran.
Jika grafiknya cenderung turun, maka produk tersebut sedang sepi peminat.


Selain itu, melalui Google Trend, akan muncul dimana saja daerah yang paling banyak memakai kata kunci tersebut di mesin pencari.


Ini bisa Anda jadikan referensi sebagai target pasar yang potensial untuk produk yang nanti akan Anda jual.

Survei Produk di Marketplace
Langkah berikutnya untuk mengetahui produk yang sedang laris yaitu kunjungi beberapa marketplace populer seperti Shopee, Tokopedia, Bukalapak, Lazada,dll.
Biasanya di setiap marketplace, terdapat informasi produk yang masuk dalam kategori paling laris (best seller).
Biasanya produk yang terjual lebih dari 400 produk dalam kurun waktu 1 hingga 2 minggu termasuk kategori laris.
Agar lebih meyakinkan, bandingkan hasil pencarian antara situs satu dengan yang lainnya kemudian tentukan mana produk yang paling sering dibeli.

Dengan menjual jenis produk yang sedang naik daun, Anda akan meminimalkan kerugian karena sepinya peminat.
Ketika melakukan product research di marketplace, Anda juga bisa mendapatkan informasi mengenai karakteristik toko yang sering dikunjungi pelanggan.

Pelajari jenis produk dan harga barang kompetitor tersebut sebagai referensi sebelum membuka toko online.
Riset seperti ini banyak dilakukan oleh pelaku bisnis dropship untuk mengetahui produk yang bagus serta supliernya untuk dipasarkan.

Riset Kata Kunci di Google
Cara riset yang satu ini memang tergolong mudah, cepat, serta datanya akurat.
Anda bisa menggunakan fasilitas Google Keyword Planner untuk mendapatkan data mengenai berapa banyak orang yang mencari produk yang hendak Anda jual dalam kurun waktu tertentu.


Fasilitas ini juga akan memberi Anda berbagai referensi keyword terkait yang biasanya dicari oleh konsumen di berbagai tempat.
Jika Anda tidak menemukan data mengenai produk yang hendak dijual, itu bukanlah pertanda baik.


Di sisi lain, Google akan memberikan Anda informasi tambahan mengenai keyword yang sering dicari konsumen. Ini bisa menjadi acuan Anda untuk menentukan produk yang akan dijual.


Google Keyword Planner baru dapat Anda gunakan jika minimal ada 1 campaign yang aktif di Google Ads.

Gunakan Kuesioner
Meskipun cara ini sedikit terkesan kuno, namun membagikan kuesioner merupakan cara melakukan product research yang cukup efektif.


Buat kuesioner berdasarkan karakteristik produk. Hasil penilaian karakteristik ini yang nantinya akan menjadi formula produk sukses. Contohnya :
1. Apakah ukuran produk sesuai dengan harapan Anda? Terlalu kecil/kecil/cukup/besar/terlalu besar
2. Berapa harga produk ini menurut Anda? Rentang 10.000/rentang 20.000/rentang 30.000
3. Apakah Anda tertarik untuk membeli setelah melihat kemasan produk ini? Sangat Tidak Tertarik/Tidak

Tertarik/Netral/Tertarik/Sangat Tertarik
Pastikan Anda membuat pertanyaan di kuesioner yang tepat sasaran dan tak berbelit-belit.
Pilihlah responden yang sekiranya mau bekerja sama untuk mengisi kuesioner secara benar dan jujur.
Untuk menarik perhatian, berikan hadiah sebagai ucapan terima kasih.

Cermati Iklan di Surat Kabar
Meskipun perkembangan dunia digital semakin pesat, namun kebanyakan orang masih rutin membaca surat kabar setiap harinya.
Bagi Anda yang ingin membuka toko online dan ingin melakukan product research, cermatilah intensitas iklan tertentu di surat kabar.

Biasanya iklan yang muncul terus-menerus pada setiap edisi surat kabar, mengindikasikan produk tersebut sedang digandrungi banyak orang.

Berdasarkan Ulasan
Cara lain untuk mengetahui manakah produk yang sedang laris adalah dengan mengacu pada ulasan produk baik dalam bentuk tulisan di marketplace, blog maupun video YouTube.
Biasanya produk yang sedang laris juga mendapatkan banyak ulasan.
Misalnya, Anda berencana untuk menjual produk kosmetik bagi kulit berjerawat. Sebaiknya kunjungi channel YouTube para beberapa vlogger kecantikan untuk mengetahui manakah produk yang mereka rekomendasikan.
Biasanya ulasan positif para vlogger ini memicu para pengikutnya untuk beramai-ramai membeli produk tersebut.

Gunakan Tools Riset
Meski harus membayar sejumlah dana untuk mendapatkan hasil riset, namun Anda tak perlu repot dan bisa mendapatkan data yang lebih lengkap. Ada banyak tool layanan product research yang bisa Anda gunakan.

Berikut tools products research berdasarkan pencarian di Google :
• Risetic.co
• Lagilaris.id
• Managixapp.com
• Risetpower.com
• Markin.autopromosi.in

Kesimpulan
Demikianlah tips mengenai cara melakukan product research yang sedang laris dipasaran dan banyak dicari masyarakat. Anda bisa memilih beberapa metode sesuai dengan kebutuhan.


Setelah mendapatkan informasi mengenai produk, maka pelajarilah dengan teliti, baik dari data kuantitatif maupun kualitatif.
Selaku penjual, Anda dituntut untuk objektif dalam menilai, apakah memang produk yang hendak Anda jual mendapat tanggapan baik di masyarakat atau justru sebaliknya.


Jadi, product research penting untuk dilakukan sebagai panduan dalam membuat keputusan akhir mengenai produk yang akan dijual.

Sumber https://www.karyaone.co.id

Pengunjung

Today4098
Yesterday3757
This week26253
This month123632
Total199654

Who Is Online

8
Online

30-10-2020
Copyright © 2018 Pustikom Universitas Bung hatta