Sejarah Uang Menjadi Alat Transaksi

Print

Sejarah UangPeradaban umat manusia dari masa ke masa tidak terlepas dari uang. Keberadaan uang sebagai pengganti sistem barter telah menempuh perjalanan yang panjang. Ilmu ekonomi ekonomi sendiri mendefinisikan uang sebagai alat transaksi jual beli barang, jasa, atau kekayaan berharga, sekaligus alat pembayaran utang. Saat ini, uang terbagi dalam tiga jenis, yaitu kartal, giral, dan kuasi.

Bagaimana sejarah uang hingga dianggap sebagai alat pembayaran yang sah oleh negara-negara di dunia? Mari simak ringkasan yang akan kami suguhkan berikut ini!

•    Sebelum Uang Tercipta

Dahulu kala, manusia tidak langsung mengenal pertukaran atau barter. Mereka akan memenuhi kebutuhan hidup dengan usaha sendiri, misalnya, berburu hewan atau tumbuhan ketika lapar dan membuat tempat tinggal maupun pakaian sendiri. Kemudian, seiring berjalannya waktu, manusia mulai menyadari bahwa segala kebutuhan tidak bisa dipenuhi hanya dengan mencari sendiri-sendiri.

Demi mendapatkan barang yang tidak bisa diperoleh, manusia mencari sesamanya untuk bertukar barang. Sistem yang disebut barter ini pun semakin lama menampakkan banyak kesulitan. Para manusia kesulitan menemukan konsumen, begitu pula sulit mencari barang yang diinginkan. Oleh karena kendala tersebut, timbullah ide penggunaan benda sebagai alat tukar di benak manusia.

•    Munculnya Alat Tukar Baru

Sejarah uang  dilanjutkan dengan kemunculan alat tukar baru. Alat tukar tersebut dapat berupa benda bernilai tinggi, benda yang diterima secara umum, ataupun barang yang menjadi kebutuhan primer. Sebagai contoh, orang-orang Romawi menggunakan garam sebagai alat untuk membayar upah sekaligus alat pertukaran. Uniknya, sejarah ini menciptakan kosakata salary dalam bahasa Inggris yang berarti upah. Salary berasal dari bahasa Latin dari garam, salarium.

Walaupun alat tukar baru sudah diciptakan, masih banyak kesulitan yang dijumpai manusia. Alat tukar yang pertama kali dibuat belum memiliki pecahan sehingga sulit disimpan, diangkut, maupun ditentukan nilainya. Selain itu, benda-benda yang dijadikan alat tukar juga kurang awet dan gampang hancur.

•    Mulainya Sejarah Uang Logam

Permasalahan pada alat tukar pada masa-masa awal membuat terciptanya uang logam. Logam memenuhi kriteria yang tidak dimiliki alat tukar sebelumnya. Mulai dari nilainya yang tinggi, tahan lama, mudah diangkut, serta dapat dipecah tanpa membuat nilai logam berkurang.

Jenis logam yang cocok dijadikan sebagai alat transaksi, yaitu perak dan emas. Keduanya disebut sebagai uang penuh karena nilai nominal dan nilai intrinsiknya seimbang. Pada mulanya, setiap orang boleh melebur, menempa, memakai, menjual, sekaligus memiliki hak menyimpan tak terbatas terhadap uang logam. Namun, perubahan terjadi ketika manusia menyadari bahwa jumlah logam mulia sangat terbatas.

•    Sejarah Uang Kertas

Uang logam dinilai kurang cocok untuk transaksi dalam jumlah besar karena bobot dan ukurannya. Oleh sebab itu, diciptakanlah uang kertas. Uang kertas awalnya hanya berupa bukti kepemilikan logam mulia sebagai perantara transaksi. Selain itu, uang kertas pada masa permulaan juga 100 persen dijamin dengan perak dan emas yang disimpan di pengrajin logam mulia. Jaminan tersebut sewaktu-waktu dapat ditukarkan secara penuh.

•    Kemunculan Alat Tukar Nontunai

Perkembangan teknologi membuat alat tukar semakin canggih. Munculnya kartu kredit pada tahun 1946 menjadi alat pembayaran pengganti uang. Sistem transaksi ini dipelopori oleh institusi perbankan di Amerika Serikat, yakni Flatbush National Bank of Brooklyn. Kemudian, kartu kredit digunakan nasabah bank untuk bertransaksi di berbagai toko yang juga menjadi nasabah.

•    Kehadiran Uang Elektronik, Bitcoin

Sejarah uang mencatat kehadiran bitcoin sebagai alat tukar baru di masa modern. Bitcoin pertama kali diciptakan pada tahun 2009 oleh seorang berkebangsaan Jepang, Satoshi Nakamoto. Satu bitcoin sekarang setara dengan 8.000 dolar Amerika Serikat.

Itulah informasi seputar sejarah uang yang patut Anda ketahui. Semoga bisa bermanfaat dan menambah wawasan. Perjalanan yang panjang, bukan? Setelah membaca penjabaran di atas, tentu bisa dipahami mengapa peran uang dalam kehidupan manusia begitu kuat.

Uang merupakan aset yang sangat berharga sehingga harus dipergunakan dengan sebaik-baiknya. Bukan cuma untuk ditabung atau dipakai sebagai alat pembayaran, Anda juga dapat menginvestasikan uang untuk memperoleh keuntungan yang lebih besar. Namun, jangan lupa juga manfaatkan uang demi membantu orang-orang yang membutuhkan, ya!

Sumber https://www.akseleran.co.id