Definisi Biaya Marjinal dan Contoh Cara Menghitung Biaya Marjinal

Setiap perusahaan tentu pernah mengalami momen ketika harus menghitung biaya marjinal. Definisi biaya marjinal adalah penurunan atau peningkatan dari total biaya suatu perusahaan. Biasanya, hal ini terjadi karena ada penambahan atau pengurangan satu unit produk tambahan.


Contohnya, biaya marjinal bisa saja mengalami penurunan apabila volume produksi meningkat. Pemicunya sejalan dengan skala ekonomi, yaitu ketika ada diskon biaya material, tenaga kerja lebih hemat, atau penggunaan mesin yang lebih efisien.


Sebut saja perusahaan yang bergerak di bidang konveksi dan mendapat pesanan 100 lembar kaos. Tentu biaya marjinal bisa mengalami penurunan karena mesin bisa mengerjakan sekaligus 100 kaos dalam sekali siklus produksi. Berbeda dengan ketika ada pesanan hanya 1 lembar kaos dan memerlukan sumber daya yang sama seperti tenaga kerja atau mesin.


Biaya Marjinal Berhubungan Dengan Pendapatan Marjinal
Tentu perusahaan harus tahu betul berapa biaya marjinal yang dikeluarkan dalam suatu siklus produksi tertentu. Selain itu, biaya marjinal juga berhubungan dengan perhitungan pendapatan marjinal. Artinya, seluruh total penjualan bisa saja berubah jika ada perubahan dalam jumlah produk laku.


Secara ekonomi, pendapatan marjinal harus sama dengan biaya marjinal demi mendapatkan laba yang maksimal. Istilah dalam bidang ekonomi untuk pendapatan marjinal adalah MR (marginal revenue) dan biaya marjinal disebut MC (marginal cost).


Umumnya, biaya marjinal juga sama seperti biaya incremental (incremental cost). Ini merupakan tambahan biaya ketika ada 2 volume output atau 2 alternatif yang bersifat diskrit.


Biaya marjinal juga bisa muncul ketika ada ekspansi produksi yang dilakukan pihak perusahaan. Tentu tujuannya adalah untuk menambah jumlah produk yang bisa dijual.


Cara Menghitung Biaya Marjinal
Cara menghitung biaya marjinal adalah dengan membagi pelengkap TC (total cost) dengan rumus:


MC = ∆TC / ∆Q
Keterangan:
MC= Biaya marginal (marginal cost)
∆TC= Perubahan biaya total (total cost)
∆Q= Perubahan kualitas barang dan jasa


Contohnya, menghitung biaya marginal dari output ke-500 bisa dikalkulasikan dengan menghitung berapa selisih biaya total pada unit output sejumlah 499 dibandingkan dengan unit output sejumlah 500.


Rumus ini berlaku karena biaya marjinal adalah perubahan biaya variabel total karena ada perubahan satu unit output. Adanya perubahan ini tentu berpengaruh pada biaya total, bahkan meskipun biaya tetap total tidak berubah sama sekali.


Selain itu, biaya marjinal juga menunjukkan tingkat perubahan biaya total ketika ada perubahan kuantitas output. Dari sini pula, bisa dihitung berapa pendapatan marginal atau MR ketika output mencapai jumlah 500.


Caranya adalah dengan menemukan perbedaan antara pendapatan total ketika unit masih berjumlah 499 dibandingkan dengan pendapatan total ketika unit sudah bertambah menjadi 500.


Rumusnya adalah:


MR = perubahan total revenue/ perubahan kuantitas


Perusahaan harus selalu mengingat bahwa pendapatan marjinal dan biaya marjinal harus sama sehingga laba yang diperoleh pun bisa maksimal. Ketika sudah dihitung dengan rumus di atas, maka perusahaan bisa tahu berapa jumlah output yang dapat menghasilkan laba tertinggi.


Pentingnya Menerapkan Analisis Marjinal
Setiap orang yang terlibat dalam perusahaan harus tahu bagaimana menghitung berdasarkan analisis marjinal. Artinya, ada prinsip utama yang perlu dipertimbangkan sebelum mengambil keputusan. Ingat, setiap keputusan yang berhubungan dengan bisnis akan berpengaruh terhadap keputusan finansial bahkan investasi jangka panjang.


Analisis marjinal yang tepat menggunakan konsep biaya marjinal dan pendapatan marjinal. Artinya, keputusan finansial dan juga investasi hanya bisa dilaksanakan ketika pendapatan marjinal dan biaya marjinal sudah sama.


Barulah pada kondisi ini, perusahaan bisa meraup laba maksimal. Perhitungan ini perlu dilakukan sebelum proses produksi dilakukan sehingga perusahaan dan seluruh pihak yang terlibat di dalamnya bisa tahu berapa target output yang mereka perlukan.


Umumnya, keputusan penting di perusahaan yang berkaitan dengan hal fungsional akan diambil oleh seorang manajer. Di level apapun, mereka pasti akan bersinggungan dengan keputusan seputar pembelian, pembiayaan, investasi, pegawai, pemasaran, operasional, dan tentu saja produksi.


Para pengambil keputusan di perusahaan perlu mempertimbangkan berapa biaya marjinal yang dikeluarkan dalam proses produksi. Tak hanya itu, jangan lupakan pendapatan marjinal yang bisa diperoleh setelah keputusan tertentu diambil.


Tentu tak hanya manajer saja yang bisa mengambil keputusan ini, namun memerlukan data dan evaluasi dari seluruh pihak yang terlibat. Untuk itu, penting memastikan semua data biaya dan pendapatan terekam dengan baik sehingga bisa dijadikan landasan ketika mengambil keputusan penting terkait finansial dan juga investasi.


Menggunakan software terintegrasi seperti Ukirama akan jauh lebih memudahkan perusahaan dalam mencatat semua biaya dan pendapatan yang terjadi setiap harinya. Semua data akan terintegrasi dalam cloud sehingga lebih aman dan tentu saja menghemat waktu ketimbang mengerjakannya secara manual yang rentan mengalami error.

Tujuan Menganalisis Biaya Marjinal
Mengapa analisis biaya marjinal begitu penting untuk perusahaan? Lewat biaya marjinal inilah bisa diketahui ketika total biaya produksi mengalami perubahan, bahkan hanya karena ada satu unit produksi tambahan.


Perusahaan perlu memperhitungkan berapa unit produksi yang paling bisa meraup laba tertinggi dan paling optimal. Angka ini hanya akan bisa diperoleh jika sudah dilakukan analisis terkait biaya marjinal dan juga pendapatan marjinal.


Sebut saja ketika perusahaan harus memutuskan perlukah ada peningkatan produksi barang tertentu yang peminatnya cukup baik di pasaran. Tentu sebelum memutuskan untuk meningkatkan produksi, perusahaan perlu tahu betul alokasi sumber daya yang diperlukan dalam proses produksi.


Entah itu sumber daya berupa tenaga kerja, peralatan, sistem, biaya, dan banyak lagi elemen lain yang perlu diperhitungkan. Untuk itu, perusahaan bisa melakukan simulasi berapa pendapatan marjinal yang akan diperoleh ketika ada peningkatan produksi.


Apabila tidak signifikan, bisa saja perusahaan mengurungkan atau menunda niat menambah produksi barang tertentu. Namun apabila pendapatan marjinal menunjukkan angka yang signifikan, maka bisa menjadi salah satu pertimbangan kuat perusahaan untuk memutuskan menambah produksi barang tersebut.


Menariknya lagi, perusahaan tentu mengalami fluktuasi dalam skenario produksi yang mereka miliki. Belum tentu perusahaan mulus-mulus saja mengetahui produk apa yang perlu ditambah produksinya, mana yang tidak. Semua tidak sesederhana menghitung biaya marjinal dan mengambil keputusan.


Ada banyak variabel lain yang perlu diperhitungkan. Terkadang, produksi bisa menurun dibandingkan dengan jumlah unit pada tahap awal. Namun pada suatu waktu, ada kemungkinan biaya produksi bisa kembali meningkat. Semuanya tidak pasti dan kemungkinan naik atau turun itu selalu ada.

Sumber https://ukirama.com

Pengunjung

Today4066
Yesterday3757
This week26221
This month123600
Total199622

Who Is Online

8
Online

2020-10-30
Copyright © 2018 Pustikom Universitas Bung hatta