Prodi Ekonomi Pembangunan Selenggarakan PKM bagi Siswa SMA

Jumat (13/12/19), dosen dan mahasiswa Program Studi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Bung Hatta, menyelenggarakan PkM bagi siswa dan mahasiswa di Kota Padang. Kegiatan ini diselenggarakan di Gedung Balairung Caraka, Kampus 1 Ulak Karang, Padang.

Kegiatan ini dikemas dengan tema, "Sosialisasi Dampak Seks Bebas dan LGBT di Kalangan Remaja Kota Padang dan Upaya Pencegahannya".

Parasiswa dari SMA Bunda dan SMA 13 Padang diundang sebagai peserta acara ini. Selain itu, kegiatan juga dihadiri oleh mahasiswa Universitas Bung Hatta. Kemudian, Dr. Syafruddin, MARS dan Dr. Muslim Tawakal, S.H., M. Pd., diundang sebagai narasumbernya.

Parasiswa antusias mendengarkan paparan narasumber dan diberi kesempatan untuk bertanya jawab. Kegiatan ini juga dihadiri oleh pimpinan program studi dan dosen Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UBH.

Dalam paparannya, Syafruddin menyampaikan bahwa CSR Reckitt Benckiser Indonesia tahun 2019 melakukan penelitian terhadap 500 remaja di lima kota besar dan menemukan 33% remaja pernah melakukan hubungan seks penetrasi. 58% di antaranya melakukan hubungan seks di usia 18 -20 tahun. Proporsi hubungan seks dilakukan oleh 40% mengatakan melakukan hal itu di rumah orangtua, 20% melakukan di tempat kos, 20% melakukan di hotel. Jumlah atau populasi pelaku LGBT terbanyak di Indonesia berada di Sumatera Barat dan disebut mencapai 18.000 orang (Pemprov Sumbar, 2019).

"Pendidikan seks yang islami merupakan jalan keluar untuk menghindari penyakit masyarakat, terutama bagi generasi muda. Budaya etika, ilmiah, dengan berlandaskan pada nilai-nilai agama menjadi kunci yang efektif untuk menghindari tindakan yang demikian. Upaya yang dapat dilakukan untuk menghindari perilaku seks bebas dan LGBT, seperti memperdalam keimanan, memanfaatkan waktu luang, mencari teman yang baik, menghindari media massa yang buruk, berpuasa dan menggunakan cara-cara medis.

Kemudian, Muslim Tawakal, dosen FKIP UBH, menyampaikan gagasannya tentang dampak seks bebas dan LBGT menurut pandangan Islam. Dalam ajaran Islam telah disebutkan bahwa jalur pernikahan adalah cara yang paling baik untuk menghindari perzinahan, tetapi tentu dengan pertimbangan dan usia yang matang.

Refleksi kegiatan ini ditujukan bagi siswa dan mahasiswa yang hadir saat itu. Mengisi waktu luang adalah salah satu upaya menghindari perilaku seks bebas dan LBGT. Oleh sebab itu, Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UBH mempresentasikan karya kreatif mahasiswa yang terbuat dari limbah plastik dan kayu.

Hal ini salah satu wujud nyata kami dari Prodi Ekonomi Pembangunan FEB UBH mengajak para siswa untuk memanfaatkan waktu luang dan kreatif mendayagunakan teknologi dan benda bekas. Prodi Ekonomi Pembangunan bertekad menghasilkan lulusan siap menjadi pribadi yang krearif, produktif, dan terampil memanfaatkan dan teknologi. 

Dosen dan Mahasiswa Prodi Manajemen FEB UBH Menjadi Penyaji dalam Seminar Nasional

Dosen dan mahasiswa Prodi Manajemen FEB Universitas Bung Hatta berkolaborasi mempresentasikan makalahnya pada Seminar Nasional dengan tajuk "Peran Perguruan Tinggi dalam Mewujudkan Kemandirian Desa di Era Revolusi Industri 4.0" di Padang (29/10/19).

Purbo Jatmiko (dosen), Toni Prasetyo (mahasiswa), Selfia Juwita (mahasiswa) dan beberapa mahasiswa lainnya mempresentasikan makalahnya dengan judul "Peran Empati dan Persepsi Dukungan Sosial terhadap Niat Menjadi Wirausaha Sosial".

Dalam kegiatan itu, turut hadir pula Wakil Gubernur Sumbar, Nasrul Abit. "Sebanyak 51 Nagari (desa) di Sumatra Barat (Sumbar) masih berstatus tertinggal. Setiap daerah yang memiliki nagari tertinggal diminta fokus melakukan pembenahan di semua sektor,"kata Wakil Gubernur Sumbar Nasrul Abit ketika membuka Seminar Nasional yang diselenggarakan Fakultas Ekonomi Taman Siswa di Padang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Sekretaris Jenderal DPD RI, Reydonnyzar Moenek, "Pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan skema pendanaan untuk menjawab tantangan dan peluang peningkatan pendapatan daerah."

Donny menjelaskan daerah diberikan kewenangan untuk membiayai pembangunan sesuai dengan kemampuan dan karakteristik wilayahnya melalui setidaknya lima skema pendanaan, yaitu regional infrastruktur development found, pembiayaan dari swasta, pembiayaan dari pemerintah pusat, pendapatan daerah dan Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU). Melalui skema pendanaan itu, daerah harus mampu mengubah tantangan menjadi peluang.

"Ini persoalan bagaimana keberdayaan dan pemberdayaan desa menjadi sebuah keniscayaan dalam menumbuh kembangkan potensi dan pertumbuhan ekonomi desa. Salah satu yang bisa kita gagas di Sumatera Barat adalah pemberdayaan badan usaha milik desa atau nagari; hak ulayat atas tanah masih dilihat sebagai sebuah hambatan investasi, tapi sebenarnya di situlah kekuatan Sumatera Barat," ujar Donny.

Membaca situasi yang demikian, dosen dan mahasiswa FEB Universitas Bung Hatta turut serta memberikan sumbang pikiran melalui pennyjian materi dari kertas kerja yang dirumuskan secara bersama.

Mahasiswa Manajemen FEB UBH berhasil Raih Dua Sertifikat HAKI

Keberhasilan mahasiswa Prodi Manajemen FEB Universitas Bung Hatta patut diacungi jempol. Pasalnya, mereka berhasil meraih dua sertifikat Hak Kekayaan Intelektual (HAKI) dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham).

Produk yang dihasilkan berupa cinematic video kegiatan Bazar Expo 3 dan 4 Himpunan Mahasiswa Jurusan Manajemen. Produk ini menunjukkan bahwa bidang ilmu yang digunakan sebagai sarana kreativitas dapat memanfaatkan teknologi informasi sebagai refleksi dari revolusi industri 4.0.

PT Media Indotama Expo dengan Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBH Tanda Tangani Perjanjian Kerja Sama

Di samping penandatanganan perjanjian kerja sama, Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBH bekerja sama dengan PT Media Indotama Expo menyelenggarakan Training Personality Career Developmnet Support di Gedung B.3 Lantai 5 Kampus 2, Aia Pacah, Padang (1/11/19).

Kegiatan ini dihadiri oleh pimpinan struktural fakultas, program studi, dan mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB). Penyelenggaraan training dan assesment ini untuk ditujukan bagi mahasiswa baru, mahasiswa yang sedang aktif, dan yang akan wisuda, dosen serta tenaga kependidikan FEB UBH.

"Kepada PT Media Indotama Expo diucapkan terima kasih atas sharing yang amat bermanfaat ini kepada mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UBH untuk mengetahui kepribadian sebelum memasuki dunia kerja. Kesiapan saat wawancara dan surat lamaran kerja yang sesuai standar yang ditentukan oleh instansi merupakan bagian yang menentukan keberhasilan seorang ketika mencari kerja,"kata Dekan FEB UBH, Dr. Listiana Srimulatsih, S.E., M.M.

CEO PT Media Indotama Expo, Syahreza, S.T., M.M. mengatakan bahwa tantang perguruan tinggi saat ini adalah mempersiapkan lulusan mampu dan unggul bersaing dalam mencari kerja sehingga perguruan tinggi harus mengetahui hal ini. Banyak orang yang tidak menyiapkan diri ketika mencari kerja sehingga penilaian tim rekrutment berhak mendiskualifikasi peserta yang tidak sesuai kriteria. "Kebutuhan pasar kerja adalah kunci untuk sukses memasuki dunia kerja,"imbuhnya.